Perkuat Kemandirian Pangan WB, Lapas Wahai Kembangkan 735 Bibit Tomat
- Administrator
- Kamis, 16 April 2026 17:35
- 6 Lihat
- DAERAH
Wahai,CM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui sektor pertanian. Kali ini, Lapas Wahai mengembangkan 735 bibit tomat varietas unggul dengan metode konvensional menggunakan polybag di area kebun hidroponik, Kamis (16/04-2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang aplikatif.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan penggunaan polybag dipilih sebagai solusi atas keterbatasan lahan, namun tetap efektif dan relevan dengan konsep pertanian urban.
“Polybag menjadi alternatif yang efisien untuk lahan sempit, sama halnya dengan hidroponik. Kami ingin memastikan Warga Binaan tetap mendapatkan keterampilan yang bisa diterapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Pengetahuan yang diperoleh hari ini diharapkan menjadi bekal kemandirian di masa depan, sekaligus mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.
Staf pembinaan, Frans Tepal, mengungkapkan dari ratusan bibit yang ditanam, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 50 kilogram dalam satu kali panen, dengan frekuensi panen bertahap hingga 15 kali selama masa produktif tanaman.
“Tanaman tomat mulai bisa dipanen pada usia sekitar dua bulan dan akan terus berproduksi hingga masa produktifnya berakhir,” jelasnya.
Antusiasme Warga Binaan terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses pembibitan. Salah satu Warga Binaan berinisial DS mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Kami jadi lebih semangat karena sebelumnya juga pernah panen tomat dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Melalui program ini, Lapas Wahai tidak hanya berfokus pada pembinaan secara teoritis, tetapi juga mendorong pemberdayaan yang nyata dan produktif. Hasil panen nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan dapur Lapas sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan lokal.(CM/Ml/**)